Tulisan
 
  Aktual dan Umum (10)
  Animasi Flash (1)
  Artikel (19)
  Browsing (5)
  Cerita dan Kisah (5)
  Cerita Lucu (3)
  Curhat (9)
  Data dan Internet Tutorial (2)
  HTML Tutorial (3)
  Islam dan Seputarnya (8)
  Java Programming (1)
  Java Script dan CSS (1)
  Linux dan Seputarnya (5)
  Networking dan Hardware (6)
  PHP Programming (14)
  Sudut Pandang (20)
  Teknologi Informasi (23)
  Tentang Database (2)
  Web Desain and Development (5)
  Windows dan Seputarnya (6)
 
Ngobrol Bareng Adi Sumaryadi langsung aja klik salah satu Messanger kesukaan anda:
Yahoo Facebook
Facebook Adi Sumaryadi

depanlastcomment
asyima puteri asyima puteri dalam Cintaku Kandas Juga Ditengah Jalan
Del Prio Del Prio dalam Tips Optimasi dan Mengontrol MySQL
ligan ligan dalam Pilihan Hosting Control Panel Gratis dan Opensource
sri sri dalam Mengedit Film Menggunakan Movie Maker
zacky zacky dalam Orang Jawa Cenderung Lebih Pede Ketimbang Orang Sunda
Judul
Gagasan RUU Anti Pornografi

Oleh : Adi Sumaryadi

Dialog dibuka antara Aa Gym dengan H. Dada Rosada walikota bandung, Pak Dada ternyata setuju dan ingin segera disahkannya RUU ini.

Agung Laksono sebagai ketua DPR juga berkesempatan menyampaikan pendapatnya, tak jauh dari pendapat sebelumnya, Agung juga berkomentar sama dan ingen segera mengesahkan RUU ini. Sulis yang merupakan deklarator gemanusa juga turut menyumbang aspirasinya dengan membacakan sebuah puisi yang bagus.

Dedi Mizwar sutradara film "kiamat sudah dekat" mengungkapkan perasaannya bahwa seni tidak harus berwujud pornografi dan beliau ternyata sangat menyayangkan hal-hal yang terjadi saat ini.

Hari mulai panas, aku tidak kuat untuk terus kepanasan, aku coba cari tempat "mengiuh", eh ternyata ada anak yang hilang yang disodorkan kepadaku, terpaksa deh aku jalan-jalan ke panitia, kebetulan panitianya anak-anak gemanusa yang sudah sangat akrab. selang satu jam akhirnya aku dihampiri neneknya yang kehilangan cucunya.

Balik lagi kebahasan kita, memang benar RUU ini harus segera disahkan , FPI dengan caranya yanga beda membawa spanduk yang bertuliskan " ATM kondom di pasang, Kami akan hancurkan " dan " Sweping Anggota DPR yang menolak RUU anti pornografi", dari semua yang hadir mulai dari ketua Artis siapa yah namanya lupa lagi, Rektor UPI, Ketua PGRI, Syafe'i Antonio, Tuti Alawiyah, Ninih Mutmainnah, dan semunya yang hadir menyatukan suara untuk mendukung disahkannya RUU anti pornografi.

aku sempat baca blognya Herman saksono, dia mengatakan dalam blognya :

" Rabu sore kemarin, dalam rapat dengar pendapat soal RUU Anti-Pornografi di DPR, Rhoma Irama kembali memarah-marahi Inul sekaligus menolak gaya berpakaian yang ketat dan sleeveless. Akibatnya, Inul sang Ratu Ngebor tidak kuat manahan emosinya hingga menangis terisak-isak. Entah Rhoma Irama memang keterlaluan atau Inul pandai bersandiwara, yang jelas keduanya mulai ahli dalam bidang tersebut.

Tapi bukan ini yang pantas didiskusikan, karena mereka berdua sepertinya memang akan selalu begitu. Justru keberadan RUU Anti Pornografi ini yang menurut saya sebuah langkah mundur menjadi negara merdeka. Ada banyak hal menggelitik dalam RUU ini, diantaranya mengatur pakaian yang sebaiknya dikenakan dan larangan berciuman di tempat umum. Malah, bagi Rhoma Irama, goyang ngebor pun termasuk pelanggaran hukum.

Aneh. Sejak kapan negara ikut campur mengatur baju yang dikenakan warganya? Sejak kapan negara mengatur etika warganya? Bukannya itu adalah domain agama dan nilai masyarakat, bukan domain undang-undang dan hukum formal.

Negara kita, walaupun bukan negara agama, memang menomorsatukan agama termasuk memberi kesempatan dan perlidungan kepada warganya untuk beribadah dan menjalankan tuntunan agama yang dia anut. Dan ini dituangkan dalam Pancasila dan UUD '45.

Tetapi, tentunya tidak berarti undang-undang dan hukum harus berdasar pada aturan spesifik agama, apalagi aliran tertentu kan? Teman saya misalnya, memiliki keyakinan kalau seorang pria tidak boleh mengenakan pakaian yang terbuat dari sutra. Tapi ini tidak berarti semua orang laki-laki di Indonesia tidak boleh mengenakan pakaian dari sutra. Bagaimana orang yang menganut agama yang berbeda dengan teman saya? Apakah dia kehilangan hak-nya untuk mengenakan pakaian sutra karena dia minoritas? Kalau demikian, lalu dimana letak perlindungan terhadap hak asasi warga negara?"

Aku gak nyangka banget kenapa dia sampai berpendapat demikian yah eh iya aku kan belom tau Herman Saksono ini agamanya apa? Bagaimana pendapat anda?


Cetak Tulisan Kirim Keteman Arsip Share ke Facebook


Tulisan lainnya :
- Palestina Tidak Butuh Bantuan Milisi, Lalu Apa?
- Butuh Orang Kreatif di Dunia Teknologi Informasi
- Mempertanyakan Kebenaran Berita "Penggandaan Website BNP TKI"
- Alasan Kenapa Aa Gym Menikah Lagi
- Pengelola Domain ID Pindah Lagi
Komentar
Nama Email
Alamat Pekerjaan
Homepage / Blog Notifikasi
Komentar

Masukan kata yang ada dalam gambar diatas
Kunjungan 1.041.990 klik
Website ini dibuat dan dimaintenance oleh Adi Sumaryadi 2007