 |
| |
Ngobrol Bareng Adi Sumaryadi langsung aja klik salah satu Messanger kesukaan anda:
| Yahoo |
Facebook |
 |
|
|
|
 |
 |
asyima puteri dalam |
 |
Del Prio dalam |
 |
ligan dalam |
 |
sri dalam |
 |
zacky dalam |
|
|
|
 |
Alasan Kenapa Aa Gym Menikah Lagi
Oleh : Adi SumaryadiPagi ini seperti tidak ada masalah apapun di Daarut Tauhiid, saya datang tepat pukul 06.50 disambut jabatan tangan oleh Aa Gym, tidak ada yang beda sedikitpun dengan teh ninih, teteh masih menerima Santri Akhwat yang akan naik ke mesjid. Tausiyah husus santri pun dimulai, hanya saja senin kali ini banyak wartawan yang meliput. Alhikam, kitab yang biasa kita bahas pun selesai dibahas dan berdirilah Pa Pal Gunadi, salah satu sesepuh kami. dan menyampaikan beberapa hikmah yang bisa diambil dari peristiwa ini semua, inilah yang menjadi pembuka dialog antara santri dan Aa Gym. Ada beberapa hal yang perlu pembaca ketahui berikut ini adalah beberapa alasan yang sesusungguhnya yang disampaikan oleh Aa : 1. Aa ingin memperlihatkan kepada Ummat bahwa Poligami itu halal, dibolehkan namun tidak dianjurkanoleh Allah. 2. Aa ingin mengukur tingkat keberhasilan dari dakwah beliau yang ternyata Aa masih gagal membawa ummat untuk dekat dengan Allah, Kagum akan allah, selama ini ternyata kebanyakan masih yang kagum akan Sosok Aa Gym Semata. 3. Aa ingin memberikan semacam ujian bagi santri dan Daarut Tauhiid apakah selama ini masih tergantung kepada nama Abdullah Gymnastiar atau kepada Allah. 4. Hal lain yang mungkin belum diketahui teman-teman semuanya, alasan ini disampaikan oleh Aa sambil menangis (saya jadi ikut menangis), memang alasan ini tidak mungkin bisa ditangkap bagi yang belum tau sedikitpun tentang ilmu Ma'rifatullah. Kenapa Alasan Aa menikah lagi ternyata, Aa sangat dan sangat ingin Teteh (Teh Ninih) menjadi Bidadari di Syurga, dan teteh akan sangat terhalangi jalannya jika masih terlalu cinta kepada Suaminya (Aa) dan ini adalah ungkapan rasa cinta Aa kepada teh ninih. Saya yakin, alasan ini yang mendasari Aa nikah lagi disamping alasan yang lain. 5. Aa ingin menjadikan Teh Ninih menjadi Pendakwah sejati dan panutan serta idola semua kaum, terutama akhwat, karena selama ini masih mengidolakan Aa Gym. Itu yang bisa diinformasikan kepada teman-teman semua mudah-mudahan bisa diambil hikmah dari semua ini. Mas adi, apa Mas adi kenal Teh Rini ? Jawabnya kenal sekali, Teh Rini (Alfarini Eridani). saya kenal beliau setahun yang lalu saat itu saya masih tergabung dengan MQ Corporation, saat ini saya di MQ Multimedia, namun terkadang Teh Rini berkunjung ke Kantor dan pokonya dekat, dan beda dengan sekarang, beliau sekarang adalah Istri dari guru saya tercinta. Mas Adi, Bagaimana Friensternya Aa dan teteh ?
Memang benar ada pihak yang sengaja membuat Account di Frienster dengan nama Aa Gym sampai 10 Account dan Teh Ninih juga mbak rini, dan pada kesempatan ini setelah mengkonfirmasi Teh Rini tenyata beliau tidak pernah membuat Account di Friendster kapanpun termasuk Aa Gym dan Teh Ninih. Apa yang bisa diambil hikmahnya Mas adi?
Tentu banyak sekali yang bisa diambil hikmahnya, diluar dari poligami yang telah Aa lakukan justru saya menyikapi perkembangan isyu ini di media, kok ada yang sempat-sempatnya membuat account FS, membuat treard khusus membahas ini di MyQur'an.com dan mengirimkan berita kemana-mana sampai mengundang wartawan untuk datang ke Daarut Tauhiid, mudah-mudahan beliau diberikan rizki yang melimpah yang halal dan toyyib.
|
| Komentar |
 |
1 - Minggu, 08 April 2007 23:50 WIB Lasimin,Pedagang di Aku lagi Jauh |
| Berusahalah untuk tidak kecewa atas semua yang terjadi bahwa aa gym menikah lagi kan itu hak asasi beliau lagi pula aku rasa aa akan berusaha adil, toh dalam ajaran agama diperbolehkan kalau bicara yang lebih dalam hati teteh ninih aku sendiri nggak tahu tapi semoga teteh ninih bisa menjadi bidadari disurga...aa gym orang yang jujur nggak ada yang ditutupi atas pernikahan beliau yang kedua semoga aa gym diberi kekuatan untuk terus menjadi teladan yang baik...ah nggak taulah jadi sok tahu aja aku ini ha ha ha... |
 |
2 - Minggu, 08 April 2007 23:51 WIB Ujang,Mahasiswa di Bandung |
| Yang saya takutkan justru kita tambah dosa karena meng-ghibah-kan Aa Gym yang belum tentu salah menurut Allah, sebaliknya bisa jadi Aa Gym dan teteh jadi lebih dekat dengan Allah karena hal ini, bahaya kan? Oh iya..kemaren jum'at aku ke Daarut Tauhiid, disana sendiri OK-OK saja seperti tidak ada kasus atau polemik, jamaah banyak seperti biasa dan suasana masih seperti dulu, kadang aneh juga orang yang diluar DT yah |
 |
3 - Minggu, 08 April 2007 23:51 WIB Okhas,Mahasiswa di Pangandaran Bandung |
| Secara kodrati memang wanita tidak ingin dimadu atau dengan kata lain tidak ingin dijadikan istri yang ke- ke- selanjutnya. Tapi jangan diingkari bahwa perintah untuk melaksanakan poligami itu ada dalam alquran yaitu di surat An-nas ayat 3 kalo ga salah. disana Allah swt membolehkan seorang muslim untuk mempunyai istri lebih dari satu. Dan juga adanya syarat-syarat yang harus di miliki oleh seorang muslim yang akan melaksanakan hal ini. Bahkan Rossululoh Saw juga melakukan hal yang sama dalam hal ini. Memang ada berbagai pendapat yang menafsirkan hal poligami yang dilaksanakan oleh Rosulluloh harus dengan apayang dilakukan oleh umatnya tentang perintah poligami. Tapi yang jelas bahwa poligami adalah hal yang dibolehkan menurut hukum syara. Dari alasan yang dilontarkan oleh Aa yang diposting di website ini, mudah2 NIAT dari Aa untuk melaksanakan poligami adalah Lillahitaala...... Amien Mudah2 keluarga mereka tetap ada dijalan yang diridhoi oleh Allah Swt dan terus mendaungkan dakwah islam .................... |
 |
4 - Minggu, 08 April 2007 23:52 WIB Evi Pratami,PNS di Surabaya |
| Hanya Aa yang tahu apa niat tulus yang sebenarnya dari semua yang dilakukan. Walau kejujuran yang telah Aa lakukan itu ternyata pahit (tidak semua orang dengan jujur mengakui di depan publik untuk tindakan serupa), tapi dengan izin Allah mudah-mudahan berbuah manis. Saya berharap, tetaplah berkomentar pada media dengan bahasa Aa yang santun dan educatif, agar tidak timbul fitnah-fitnah yang menodai niat baik Aa. Dan untuk Teh Ninik, saya salut sekali, teteh betul-betul telah menunjukkan sikap yang seharusnya di lakukan oleh seorang wanita muslimah, walaupun kadang ekspresi nonverbal teteh tidak sanggup seirama. |
 |
5 - Minggu, 08 April 2007 23:53 WIB Hamba Allah,Pelajar di BUmi dunia |
| SAYA ORANG, KURANG CERDAS. KENAPA AA GIM MAU MAIN JUDI. KALAU ADIL NANTINYA, PASTI SORGA. KALAU TAK ADIL PASTI NERAKA. MANUSIA TIDAK BISA ADIL , TERKECUALI ALLAH, IYA KAN. KENAPA AA GIM TIDAK MENIKAHI, BEBERAPA JANDA, YG MISKIN, BANYAK TANGGUNGAN, DAN UDAH TUA, SERTA BERPARAS JELEK. KENAPA ?????? |
 |
6 - Rabu, 25 April 2007 10:56 WIB Nae,ada dech....:-) di BDO |
Ehm.....sebenernya pasti ada aturannya...pasti ada yang benernya,baik yang pro ato yang kontra...pasti ada yang menilai siapa yang bener ato yang salah...
Tapi Menurut "Me"(mewakili hati nurani diri sendiri secara sadar secara lahir dan bathin), dari awal aa gym muncul di televisi, Nae g begitu respek diliat dari performance beliau, bahasan beliau yang terkadang rancu, cara beliau menerima telp seolah tidak menghargai pihak yang menelepon, intinya ya nae mang g suka ama beliau, but it is "Me".
Mohon maaf buat penggemar aa gym diseluruh dunia manapun, itu kan kata "Me"........
Tapi penilaian yang sempurna, yang benar, yang akurat tentang aa gym,hanya dari Zat yang menciptakan "Me".
|
 |
7 - Jum'at, 29 Juni 2007 15:01 WIB Yono,staf di Bekasi |
| Memang mudah mengungkapkan kata-kata yang kita inginkan, jika Allah SWT berkehendak. Semoga Allah SWT mengampuni kesalahan kita yang masih suka mengusik-usik "kesalahan" Aa Gym dan kita tidak mengulangi kesalahan yang sama. Amin! |
 |
8 - Sabtu, 05 Juli 2008 10:54 WIB Ahaddian,SWASTA di Cirebon |
Allahhuakbar……. wahai umat manusia ikutlah jejak Nabi Kita Nabi besar Muhamad Solullahualahiwasalam, ikutilah kebaikannya, walupun Kita sebagai manusia banyak kesalahan. Jangan pernah berpoligami karena nafus / karena kepuasan semata, berpoligamilah karena Allah…..
Ingat ikutilah cara kebaikan Rosullulah dan Ikutilah cara kepemimpinan Beliau, kepemimpinan di rumah tangga ataupun memimpin negara jika Kita diberi kesempatan sama Allah SWT kita harus meniru cara kepemimpinan baginda kita Rosullulah, dan selalu menegakan hukum islam….
Jangan pernah mengaku dirinya umat islam kalo belum memperdalam ajaran islam.
Dari pada berzinah, melakukan **sensor** bebas
Masih mending poligami....
Ajaran yang menyimpang dari agama islam yang harus dikenakan hukum
Kalo bisa hukum islam supaya ga menentang agama islam
|
 |
9 - Sabtu, 05 Juli 2008 10:55 WIB Ahaddian,SWASTA di Jl. Brigjen Dharsono 12 B |
Allahhuakbar……. wahai umat manusia ikutlah jejak Nabi Kita Nabi besar Muhamad Solullahualahiwasalam, ikutilah kebaikannya, walupun Kita sebagai manusia banyak kesalahan. Jangan pernah berpoligami karena nafus / karena kepuasan semata, berpoligamilah karena Allah…..
Ingat ikutilah cara kebaikan Rosullulah dan Ikutilah cara kepemimpinan Beliau, kepemimpinan di rumah tangga ataupun memimpin negara jika Kita diberi kesempatan sama Allah SWT kita harus meniru cara kepemimpinan baginda kita Rosullulah, dan selalu menegakan hukum islam….
Jangan pernah mengaku dirinya umat islam kalo belum memperdalam ajaran islam.
Dari pada berzinah, melakukan **sensor** bebas
Masih mending poligami....
Ajaran yang menyimpang dari agama islam yang harus dikenakan hukum
Kalo bisa hukum islam supaya ga menentang agama islam
|
 |
10 - Sabtu, 16 Agustus 2008 17:02 WIB fafa,gendeng2an di gdg |
bedanya tipis antara napsu en no napsu.
cuma beda mindsetnya aja.
tapi namanya lelaki mana ada yg nolak disuruh kimpoi lage
wkwkwkwk
|
 |
11 - Sabtu, 16 Agustus 2008 22:43 WIB Piyu,mahasiswi di bumi Allah |
Astaghfirullah, gedeg2 juga kalo ada yang bilang daripada seks bebas mending poligami....itu mah nafsu laki2 yang bicara...kenapa ga berfikir daripada berzina mending perbaiki hubungan dengan pasangan....banyakin berdzikir...bersihin hati....cuci otak yang kebelet ngeres
Ingat teremans,
Rasulullah pun pernah monogami selama beberapa lama dengan Siti Khadijah...bahkan beliau masih mencintai Khadijah meski beliau telah wafat mendahului Rasulullah
Rasulullah tidak hanya menikah untuk memenuhi hawa nafsu melainkan untuk melindungi janda2 yang saat itu tidak memiliki perlindungan (red: suami)
kalaupun kondisi saat ini memang tidak memaksa untk poligami mengapa harus poligami, karena selalu akan ada hati yang terluka...hati istri pertama, hati anak2....
ada banyak ladang pahala yang terbentang di depan kita..ada banyak cara untuk menuju Surga-Nya tanpa harus menyakiti hati sesama |
 |
12 - Selasa, 04 November 2008 11:44 WIB widia,mahasiswa di Jakarta |
Saya setuju dengan pendapat Mas Piyu. Ada banyak cara untuk menjuju Surga-Nya tanpa harus menyakiti hati sesama...Menjadi seorang suami yang bertanggung jawab terhadap istri dan anak-anak, menerima dan mencintai istri dan anak dengan segala kekurangan dan kelebihannya serta tidak menyakiti hati pasangan juga bisa menjadi ladang pahala. Suami bahagia, istri bahagia, anak-anak juga bahagia...tidak ada yang sampai tersakiti hanya untuk mencapai kebahagiaan pribadi...
Saya sangat setuju pendapat Mas Piyu bahwa daripada berzina lalu menikah kembali, kenapa tidak mencoba memperbaiki hubungan dengan pasangan, banyak berzikir, membersihkan hati dan mengajak pasangan mencari cara untuk menjaga keharmonisan keluarga...sehingga semua sama-sama bahagia dan ridho Allah pun akan didapat...sekali lagi tanpa menyakiti hati sesama... |
 |
13 - Selasa, 04 November 2008 11:51 WIB Danu,swasta di Bumi Allah |
| Apakah cara seorang suami untuk menjadikan istrinya Bidadari di Surga hanya dengan berpoligami? Saya rasa Allah menyediakan banyak cara untuk membimbing seorang istri menjadi Bidadari di Surga.....Kenapa tidak membimbing istri agar menjadi istri yang soleha sehingga dapat menjadi Bidadari di surga tanpa harus menyakiti perasaan istri terlebih dahulu??? Rasanya cara seperti itu lebih manusiawi dan lebih masuk akal....betul seperti kata Mas Piyu dan Mbak Widia...menuju surga Allah tanpa menyakiti hati sesama... |
 |
14 - Selasa, 20 Januari 2009 14:31 WIB yusmm,guru di painan |
| Aa punya niat besar dan mesti berbanding lurus dengan keikhlasan yang mungkin-mungkin lebih besar. Belum-belum terpaan angin atau mungkin badai besar. Harapan kami aa bisa lulus dalam mengarungi cobaan ini, semoga. |
 |
15 - Rabu, 29 April 2009 05:24 WIB iwan,manusia biasa di geger kalong |
Aa Gym menempuh jalan emergency exit ( mengikuti istilah yang beliau gunakan ) Aa Gym mengambil jalan emergency exit ketika menikah yang kedua kali. Perumpamaannya adalah seperti di dalam gedung yang terbakar, pilihannya adalah berusaha memadamkan api atau cepat-cepat keluar lewat emergency exit.Memadamkan api hanya bisa dilakukan oleh seorang fire fighter terlatih, yang tindakannya tidak membuat situasi lebih beresiko. Mempersiapkan pemadam api yang portable, kecil dan ringan untuk mengendalikan api selagi masih kecil supaya jangan sampai menjadi kebakaran besar mungkin lebih mudah. Namun bila api muncul hingga membesar, membahayakan jiwa orang lain, maka tentu saja seorang fire fighter harus berusaha untuk memadamkannya, meskipun dengan jiwa
dan raganya sendiri sebagai taruhannya. Semula, saya merasa bahwa beliau adalah satu diantara figur fire fighter sejati, dengan berbekal ilmu dan pengetahuannya, mampu menunjukkan, bahwa potensi munculnya fire pada materi, kedudukan dan lawan jenis sanggup ditaklukkan , akan mengorbankan selera dunia dirinya untuk kepentingan umat. Ternyata fire fighter harapan saya ini kemudian memilih keluar lewat emergency exit,padahal
masih banyak umat yang harus dibantu, diselamatkan lewat perjuangannya,bukankah banyak kalangan yang sudah
bantu beliau selama ini ?Mereka semula yakin bahwa beliau akan amanah membantu umat.Tapi kenapa beliau tiba-tiba merasa dirinya sedang dalam emergency exit.Sangat disayangkan kenapa beliau langsung lari menyelamatkan diri... |
 |
16 - Rabu, 26 Agustus 2009 14:06 WIB Nur Zakiyya,Mahasiswi di Cimahi |
| Tidak ada yang membedakan antara kita di hadapan Alloh. Hanya ketaqwaanlah yang membedakannya. Terlepas dari suka tidak sukanya kita pd tindakan Aa Gym, kita harus ingat, bahwa poligami itu ada dlm ajaran Islam dan tidak diperdebatkan kesahihannya oleh jumhur ulama. Inilah ujian bagi kita. Bisakan kita menyikapi dan mengomentari masalah poligami ini lebih bijaksana dan islami ?. Mengapa kita lebih suka membuka aib (dan belum tentu aib) seorang Aa Gym dan mencampuri urusan pribadinya yang nyata-nyata tidak ada hubungannya dgn kehidupan pribadi kita? Kenapa kita begitu mudah menunjuk kotoran semut di muka orang, sementara kotoran kerbau yang ada di muka kita, kita abaikan ? Apakah berpoligami itu dosa? Apakah kita lebih nyaman melihat perselingkuhan dan perzinahan merajalela dari pada sekedar mengomentari seseorang berpoligami? Apakah kita tdk tahu betapa bahayanya jika suatu syariat itu ditentukan baik-buruknya oleh perasaan? |
 |
17 - Rabu, 26 Agustus 2009 14:19 WIB Ochim,komentator di Bandung pasisian |
| Hanya ada dua pilihan bagi wanita. Mau di madu atau diracun? Bila mengizinkan suaminya berpoligami, insya Alloh madu yang didapat. bila membiarkan suaminya berselingkluh dan berzina, pasti racun yang didapat. Mana yang lebih baik dipilih? |
 |
18 - Jum'at, 28 Agustus 2009 09:15 WIB ochim,komentator di Bandung pasisian |
| Akibat ngomentari masalah poligami ... orang lain yang dapat nikmatnya ... eh kita yang meriangnya. Makanya, kalo mau ikuti, tapi kalo nggak, ya diem. Gitu aja kok cepot ! |
 |
19 - Jum'at, 28 Agustus 2009 10:57 WIB YARI,Mahasiswa di Subang Selatan |
Saya setuju dengan pendapat sdri Nur Zakiyya.....
Dan saya kira baik buruknya penilaian kita terhadap aa gym,menunjukan bagaimana sudut pandang kita terhadap aturan agama yang dipahami.So sebaiknya kita intropeksi diri supaya hidup kita lebih baik...amin..
|
 |
20 - Sabtu, 29 Agustus 2009 09:01 WIB INO,SWASTA di PAPUA |
| Aagim, adalah Idola saya, dan selama saya sekolah di Bandung saya sering ikut Siraman Rohani yang di sampaikan tiap malam Jum,at dan Alhamdullilah nasehat dan pesanya sampai sekarang masih membekas walaupun saya jauh di Papua, tapi saya Saya sadar bahwa Aagim ,Bukan Nabi dan kita juga manusia biasa, coba kita renungkan Diri kita sendiri apalagi ini bulan Ramadhan saatnya untuk Intrukpeksi diri apakah kita sudah jadi suami yang benar - benar Jujur di hadapan Istri kita. hanya Allah Swt... yang tahu. amin.,...... |
|
|
|
|
|