Tulisan
 
  Aktual dan Umum (10)
  Animasi Flash (1)
  Artikel (19)
  Browsing (5)
  Cerita dan Kisah (5)
  Cerita Lucu (3)
  Curhat (9)
  Data dan Internet Tutorial (2)
  HTML Tutorial (3)
  Islam dan Seputarnya (8)
  Java Programming (1)
  Java Script dan CSS (1)
  Linux dan Seputarnya (5)
  Networking dan Hardware (6)
  PHP Programming (14)
  Sudut Pandang (20)
  Teknologi Informasi (23)
  Tentang Database (2)
  Web Desain and Development (5)
  Windows dan Seputarnya (6)
 
Ngobrol Bareng Adi Sumaryadi langsung aja klik salah satu Messanger kesukaan anda:
Yahoo Facebook
Facebook Adi Sumaryadi

depanlastcomment
asyima puteri asyima puteri dalam Cintaku Kandas Juga Ditengah Jalan
Del Prio Del Prio dalam Tips Optimasi dan Mengontrol MySQL
ligan ligan dalam Pilihan Hosting Control Panel Gratis dan Opensource
sri sri dalam Mengedit Film Menggunakan Movie Maker
zacky zacky dalam Orang Jawa Cenderung Lebih Pede Ketimbang Orang Sunda
Judul
zacky
Saatnya Marah dan Saatnya Bertengkar

Oleh : Adi Sumaryadi

Marah memang sesuatu yang tidak diperbolehkan oleh siapapun kecuali untuk urusan-urusan tertentu, apalagi sampai berkelahi, namun sepertinya nasehat itu tidak menjadi sebuah landasan oleh beberapa program televisi yang notabene memberikan hiburan untuk masyarakat. Marah seringkali seolah-olah menjadi tontonan yang menarik apalagi kalau sampai berkelahi. Seolah-olah acara itu tidak akan menarik jika klimaksnya tidak dibarengi dengan marah dan sepertinya penontonpun sangat terhibur akan hal itu.

Hampir semua reality show yang tayang di beberapa tv nasional membuat saya ngeri, bagaimana tidak, marah dan bertengkar seolah-olah menjadi jalan akhir penyelesaian sebuah masalah. Misalnya reality show yang mengangkat "pertolongan" untuk mencarikan orang yang telah lama hilang, setelah ketemu ada saja konflik yang muncul sehingga menyebabkan salah satu pihak marah, begitu juga show yang mengangkat "orang kesekian", tidak asyik sepertinya kalau ada tidak ada marah. Seakan ketika sudah sampai pada klimaks acara kata "Saatnya marah dan saatnya bertengkar" itu diucapkan. Itu semua reality show yang mengambil latar dilapangan langsung, benar atau tidak kasusnya wallahualam.

Jika latar lapangan akan sangat mungkin seseorang mudah marah hingga berkelahi, ternyata reality show yang di take dari dalam sebuah studiopun tidak jauh dari masalah yang namanya marah. Saya kebetulan pernah melihat sebuah acara yang dipandu oleh seseorang yang paling jenius membuat sebuah ide reality show, niatnya baik yaitu menyatukan sebuah keluarga yang hampir bercerai, ternyata sama marah sering sekali terjadi. Begitupula dengan sebuah acara yang dipandu aktor terkenal yang pernah membuka aurat dengan mudah didepan kamera, judulnya memang curahan hati, tapi ternyata curhat tidak selalu lembut, ketika didatangkan pihak terkait selalu ada bertengkar hingga berkelahi.

Semua tontonan itu selayaknya harus sudah diperbaiki jika ingin anak-anak kita lebih baik dikemudian hari, seperti sedikit sekali acara yang memandu bagaimana menyelesaikan masalah dengan musyawarah dan saling intropeksi, saling memaafkan dan menjunjung tinggi nilai sebuah kekeluargaan. Satu hal yang mendasar yang menyebabkan acara itu tidak begitu mendidik adalah masalah rating,iklan dan uang. Sudah dipastikan akan sangat sulit sebuah acara yang terlihat lempeng karena klimaks dari masalah adalah sebuah solusi yang patut dicontoh. Tapi saya yakin sekali, para kreatif di negeri ini pasti akan berfikir keras bagaimana menciptakan sebuah acara yang sangat menghibur tapi tetap mendidik. Semoga mimpi ini akan terwujud, Amiin


Cetak Tulisan Kirim Keteman Arsip Share ke Facebook


Tulisan lainnya :
- Orang Jawa Cenderung Lebih Pede Ketimbang Orang Sunda
- Mengadu Saja Sama Media Massa
- Kalau Mau Pelacur Ada Disana Mas
- Mencari Arti Feminim Yang Sesungguhnya
- Kalau Mau Menghujat Kunjungi Saja Detik.com
Komentar
Nama Email
Alamat Pekerjaan
Homepage / Blog Notifikasi
Komentar

Masukan kata yang ada dalam gambar diatas
Kunjungan 1.042.011 klik
Website ini dibuat dan dimaintenance oleh Adi Sumaryadi 2007