Tulisan
 
  Aktual dan Umum (10)
  Animasi Flash (1)
  Artikel (19)
  Browsing (5)
  Cerita dan Kisah (5)
  Cerita Lucu (3)
  Curhat (9)
  Data dan Internet Tutorial (2)
  HTML Tutorial (3)
  Islam dan Seputarnya (8)
  Java Programming (1)
  Java Script dan CSS (1)
  Linux dan Seputarnya (5)
  Networking dan Hardware (6)
  PHP Programming (14)
  Sudut Pandang (20)
  Teknologi Informasi (23)
  Tentang Database (2)
  Web Desain and Development (5)
  Windows dan Seputarnya (6)
 
Ngobrol Bareng Adi Sumaryadi langsung aja klik salah satu Messanger kesukaan anda:
Yahoo Facebook
Facebook Adi Sumaryadi

depanlastcomment
asyima puteri asyima puteri dalam Cintaku Kandas Juga Ditengah Jalan
Del Prio Del Prio dalam Tips Optimasi dan Mengontrol MySQL
ligan ligan dalam Pilihan Hosting Control Panel Gratis dan Opensource
sri sri dalam Mengedit Film Menggunakan Movie Maker
zacky zacky dalam Orang Jawa Cenderung Lebih Pede Ketimbang Orang Sunda
Judul
zacky
Orang Jawa Cenderung Lebih Pede Ketimbang Orang Sunda

Oleh : Adi Sumaryadi

Lahir dilingkungan jawa campur sunda membuat saya merasa nyaman, bagaimana tidak, saya bisa berbicara dengan fasih dua bahasa yang paling popular ditanah jawa ini yaitu bahasa jawa dan sunda. Saya tidak kesulitan berkomunikasi dengan orang sunda begitupun ketika berkomunikasi dengan orang jawa walaupun terkadang lawan bicara aneh ada kata-kata yang bercampur satu sama lain. Kali ini saya akan coba mencermati tingkat kepercayaan diri antara orang sunda dan jawa khususnya dalam berbicara ditempat-tempat umum.

Sebagian besar orang jawa yang saya temui ternyata mempunyai kecenderungan lebih percaya diri ketimbang orang sunda. Saya waktu pertama kali berkunjung ke ITB yang dikenal sebagai Universitas Negeri Bandung versi Film Jomblo, sempat kaget karena bahasa jawa sering sekali terdengar dikampus itu, bahkan saya punya teman yang cukup dekat dan begitu pede menggunakan bahasa jawa walaupun ditempat-tempat umum. Bahkan mereka tidak sedikitpun malu ketika logat jawa mereka begitu terlihat ketika berbicara atapun berpidato. Kejadian serupapun sempat saya alami juga ketika saya mendapat sebuah project di Telkom Flexi Pusat, sempat kaget karena kantor itu hamper seperti kantor didaerah semarang dan Surabaya, penuh dengan gema-gema bahasa jawa yang lebih medok dari saya ketika saya berbicara bahasa sunda. Ini yang membuat saya sedikit kagum kepada mereka, mereka ditempat orang lain tapi masih saja bisa menjaga budaya mereka dan sedikitpun tidak terpengaruh oleh lho dan gue nya betawi.

Pemandangan kontras saya alami ketika ngobrol sunda dengan orang-orang asli bandung, apalagi yang remaja, sebagian dari mereka bahkan tidak bisa berbahasa sunda, sungguh tragis, seperti kehilangan jatidiri seorang sunda yang lahir didaerah sunda, mereka hilang nyawa sundanya. Ini saya perhatikan terjadi di Bandung, anak-anak sekarang lebih senang menggunakan aku, gue, bokap, nyokap daripada menggunakan abdi, pun biang sareng pun bapa. Namun tidak semuanya seperti itu, orang-orang sunda asli garut, tasik dan kearah ketimuran ternyata lebih kuat mempertahan budaya sundanya, bahkan saya mengenal seorang yang begitu masih luwes dalam berbahasa sunda.

Intinya begini, ketika berbicara tentu ada tempatnya dimana kita harus berbicara menggunakan bahasa inggris, Indonesia dan bahasa asli kita sendiri, saya cukup aman mengingat dua bahasa itu bisa saya gunakan walaupun dua-duanya kadang tidak begitu dalam. Semua budaya punya kelebihan dan kekurangan, yang paling menghawatirkan apabila kita sudah tidak bangga denggan kelebihan budaya kita dan membiarkan kekurangan itu tepat menganga.

Rasanya pantas saja jika bangsa Indonesia sering kali dipimpin oleh orang jawa walaupun belum sukses, hal ini menunjukan bahwa orang jawa lebih pede ketimbang orang sunda.


Cetak Tulisan Kirim Keteman Arsip Share ke Facebook


Tulisan lainnya :
- Saatnya Marah dan Saatnya Bertengkar
- Mengadu Saja Sama Media Massa
- Kalau Mau Pelacur Ada Disana Mas
- Mencari Arti Feminim Yang Sesungguhnya
- Kalau Mau Menghujat Kunjungi Saja Detik.com
Komentar
chekly 1 - Minggu, 29 November 2009 18:57 WIB
chekly,masih karyawan di surabaya
tulisan anda membuat saya yang asli dari jawa bangga banget, meskipun kenyataannya bahasa jawa yang memiliki beberapa tingkatan tidak semua saya kuasai, tapi paling tidak tulisan anda bisa memotivasi orang (termasuk saya) untuk lebih menggali tentang asal usulnya ( budaya,adat istiadat, bahasa ), n' sekali lagi thanks ya bro,....
adi 2 - Rabu, 02 Desember 2009 12:22 WIB
adi,netter di jogja
sayang. aku jogja tapi bahasa kromo inggilnya parah. eheheh,
Adi Sumaryadi 3 - Kamis, 03 Desember 2009 07:30 WIB
Adi Sumaryadi,Wiraswasta di Bandung
@Cekly: hehehe..saya kenal orang surabaya yang mereka manteb sekali hal-hal budanyanya. dan tetap kuat mempertahankannya

@Adi: Untung saya bukan orang jogja, jadi jawanya gak harus lemes dan bagus2 amat...apa kabar nih?
Jimmy 4 - Sabtu, 05 Desember 2009 14:09 WIB
Jimmy,Freelance di Depok
Saya orang Sunda campuran flores hehehe ..ya begitulah.
...bahwa kenyataan di lapangan memang seperti itukarena sebaran orang jawa di seantero Indonesia memang sudah tidak bisa dibendung lagi ini dari level yang paling tinggi (Presiden) ampe level yang rendah (pengemis).
Satu kenyataan lain bahwa logat jawa sangat terasa kental, sekalipun pake bahasa Indonesia bahkan Inggris contoh : Hip-Hop menjadi Hib-Hob dengan logat Jawa kental.
Dari dua hal ini bisa jadi acuan mengapa Jawa sangat umum di Indonesia.Tapi lain halnya apabila kita naik angkutan umum dan menambal ban yang kita dengar adalah logat batak..terus kalo ada masalah kartu kredit biasanya logat ambon manise yg dominan...yah itu beberapa contoh saja...tapi yang saya pertanyakan pada wilayah mana tingkat kepercayaan diri ini diukur...apakah hanya dengan suara yang keras dengan logat kejawaanya yg khas atau dari sebuah sikap berani dalam membuat sesuatu yang revoluisoner misalkan. Nah disini saya hanya melihat bahwa tingkat kepercayaan diri yang Anda maksud hanya dalam ukuran "kenyamanan" saja yaitu bahwa kita bisa melihat sebaran komunitas Jawa ini sudah sangat luas..ada ikatan diantara mereka apabila bertemu dengan orang sekampung salah satunya dengan berbicara bahasa jawa itu tadi.Bahkan ada idiom kalo Indonesia itu ya Jawa. Tetapi tentu saja dalam hal yang lain Orang sunda, Batak , manado, flores dan lain-lain memiliki karakter khas masing2.. sehingga yang harus digaris bawahi analisa mendasar yang Anda lakukan mungkin kurang akurat untuk memposisikan Jawa dan Sunda hanya dalam permasalahan berbahasa menjadi ukuran tingkat percaya diri seseorang. Karena ternyata yang harus dianalisa adalah Mengapa, dan apa yang terjadi hingga Jawa sangat mendominasi di Jagat Indonesia ini. Percaya diri dan nyaman adalah 2 hal yang nyaris samar samar sejenis...jadi apakah Percaya Diri atau Nyaman...menurut saya Nyaman...bahasa sunda saya pergunakan tatkala saya bertemu teman sekampung saya di Jakarta, Surabaya, Ambon, Singapore , Malaysia, Inggris dan lain2. Karena saya akan sangat percaya diri dengan menggunakan bahasa Indonesia saja (tentunya dengan logat sunda) yang pasti akan dimengerti oleh lawan bicara saya yang orang batak itu. So...nyamankah Anda berbicara dengan bahasa daerah Anda...saya rasa Nyaman pada ruang, tempat, dan situasi yang pas.

Wasallam
Adi Sumaryadi 5 - Sabtu, 05 Desember 2009 14:28 WIB
Adi Sumaryadi,Wiraswasta di Bandung
Wah panjang banget...makasih... betul sekali mas jimmy...tulisan saya memang sangat dangkal untuk mengambil sebuah keputusan bahwa tingkat kepercayaan diri. Saya hanya melihat pada adik yang ternyata justru malu pake bahasa jawa dan kadang marah kalau tanya pake bahasa jawa...padahal orang jawa..hehe..cuma memang dah campur sama sunda... Sukses selalu buat mas Jimmy....nuhun
Jimmy 6 - Sabtu, 05 Desember 2009 22:38 WIB
Jimmy,Freelance di Depok
Hallo Adi..sukses juga ya..
ini kan diskusi berbagi pengalaman jadi memang berbeda pengalam berbeda cerita pula....semuanya kan positif..thanks

Adi teruslah menulis.....

Wassalam
epulkatama 7 - Sabtu, 12 Desember 2009 17:04 WIB
epulkatama,mahasiswa di subang
orang sunda malu-malu mmeng
risna 8 - Minggu, 03 Januari 2010 17:29 WIB
risna,dokter di bandung
Mungkin tulisan tersebut ada benarnya, tapi alhamdulillah, saya tidak termasuk di dalamnya walaupun sy org sunda. sy berusaha untuk mempertahankan untuk tetap berbicara bhs sunda dg anak2 saya. sehingga anak2 sy semuanya terbiasa berbahasa sunda. prinsipnya bagi saya belajar sebanyak-banyaknya bahasa, apalagi bahasa sendiri
Andry 9 - Rabu, 06 Januari 2010 21:38 WIB
Andry,Pengajar di Jakarta
Hal positifnya adalah kita harus bangga sebagai bangsa yang besar dan dibangun atas kemajemukan budaya daerah yang ada. Maka disitulah kita akan merasakan indahnya kebersamaan dalam perbedaan .....
Hidup Indonesia !
Cahyo 10 - Rabu, 27 Januari 2010 08:50 WIB
Cahyo,IT di Bali
Saya orang jawa yg kebetulan tinggal di Nusa Dua Bali. Di Bali, terutama dikota2nya, juga banyak sekali keluarga2 asli bali yg dlm sehari2 dirumahnya memakai bahasa indonesia. Mungkin dg berbahasa indonesia walopun dg sesama bali, terasa lebih keren.

Saya sendiri merasa bangga kalo masing2 dari kita menjaga & mempertahankan budaya warisan leluhur kita. Budaya jawa, seharusnya memang dijaga & dipertahankan oleh orang2 jawalah. Tanpa perlu merasa menjadi superior atopun inferior. Demikian juga budaya sunda, bali, batak dll.

Terus terang, saya sebagai orang jawa asli, suka sekali kalo mendengar sesama orang sunda yg lagi ngobrol pake bahasa sunda. Bahasa & nadanya terdengar indah. apalagi kalo yg ngobrol itu cewek cantik haha...

Ga ada pointnya ya. Gak apa2lah.
Subhan Asrian Gumelar 11 - Jum'at, 26 Maret 2010 18:38 WIB
Subhan Asrian Gumelar,serabutan di Bondowoso
Pantesan orang Jawa jadi kesannya ada di mana2, soalnya di Suriname ama Johor (Malaysia) penduduk keturunan Jawanya masih mempertahankan bahasa Jawa. Ini yang kayaknya orang Sunda gak punya.
Idon dontot 12 - Sabtu, 27 Maret 2010 10:30 WIB
Idon dontot,- di Subang
Mas Subhan,,,

Bukan masalah mempertahankan bahasa atau budaya sunda yang tidak dimiliki orang sunda,
tetapi apabila kita cermati secara mendalam, orang sunda itu mempunyai ciri khas sifat yang terbuka dan selalu bisa beradaptasi dengan lingkungan dan lembut dalam tutur kata, dan juga tidak egois, sehingga apabila kita berada dilingkungan bukan tanah sunda, sulit bagi kita membedakannya.
Tetapi apabila berada di kampung halamannya, akan sangat terasa sekali darah kesundaannya.

Seperti kita tahu kalau di daerah bandung dan kota besar jawa barat lainnya sangat banyak pendatang yang bukan asli dari sunda, jadi wajar kalau mereka tidak bisa bahasa sunda.

Ciri khas lain dari orang sunda adalah mereka sangat sulit untuk merantau ke daerah lain karena mereka sangat mencintai daerah nya, jadi wajar apabila kita jarang mendengar bahasa sunda di daerah lain, karena memang seperti itulah adanya.

Ini menurut pengalaman saya dan pandangan saya.

Terima kasih.
Subhan Asrian Gumelar 13 - Sabtu, 27 Maret 2010 20:58 WIB
Subhan Asrian Gumelar,serabutan di Bondowoso
@kang idon dontot,
Anda benar. Sebenarnya saya cuma nekanin kalo orang Jawa itu tinggi daya survivenya, kya Yahudi atw Tionghoa. Kecuali di tempat2 yg ada budaya lbh kuat (seperti Kaledonia Baru, Papua, atau Tapal Kuda/JaTim bagian timur), baru orang Jawanya bisa melebur ke bahasa-budaya setempat.
zacky 14 - Jum'at, 02 Juli 2010 18:58 WIB
zacky,- di GARUT
Bner tuh apa kata kang idon,jd gk semua orang sunda sepeti yg anda katakan.. justru orang sunda itu keinginan mempertahankan budayanya sangat tinggi,beda dengan orang jawa.Toh suku sunda-jawa sama2 berada di pulau jawa kan?jd mau sunda atau suku jawa,tetep saja dua suku tsb termasuk orang jawa/penduduk jawa bukan sumatra atau lainnya..
jd saya harap anda jgn membeda bedakan bahasa yang ada di pulau jwa..Anda ingat bhineka tunggal ika?dan satu lg,bahasa sunda juga telah merasuki bahsa lain dengan kata kata mah,seperti"saya mah","kamu mah"....
di bandung kan kota besar,kemungkinan bnyk sekali pendatang yg menetap disana..
silahkan anda coba datang ke provinsi banten di kota cilegon,disana seharusnya memakai bahasa asli sana..tetpai karena bnyk'a pendatang,bahasa tsb sudah jarang digunakan penduduk asli..kemungkinan besar bandung pun seperti itu...
tapi saya suka sama komen kamu yg menyebutkan garut,tasik,msih mempertahankan budaya...
zacky 15 - Jum'at, 02 Juli 2010 19:02 WIB
zacky,- di GARUT
Komen itu tuk mas subhan...

"tuk mas adi sumaryadi saya suka dengan kalimat ini
tapi saya suka sama komen kamu yg menyebutkan garut,tasik,msih mempertahankan budaya.."
Nama Email
Alamat Pekerjaan
Homepage / Blog Notifikasi
Komentar

Masukan kata yang ada dalam gambar diatas
Kunjungan 1.041.994 klik
Website ini dibuat dan dimaintenance oleh Adi Sumaryadi 2007