Tulisan
 
  Aktual dan Umum (10)
  Animasi Flash (1)
  Artikel (19)
  Browsing (5)
  Cerita dan Kisah (5)
  Cerita Lucu (3)
  Curhat (9)
  Data dan Internet Tutorial (2)
  HTML Tutorial (3)
  Islam dan Seputarnya (8)
  Java Programming (1)
  Java Script dan CSS (1)
  Linux dan Seputarnya (5)
  Networking dan Hardware (6)
  PHP Programming (14)
  Sudut Pandang (20)
  Teknologi Informasi (23)
  Tentang Database (2)
  Web Desain and Development (5)
  Windows dan Seputarnya (6)
 
Ngobrol Bareng Adi Sumaryadi langsung aja klik salah satu Messanger kesukaan anda:
Yahoo Facebook
Facebook Adi Sumaryadi

depanlastcomment
asyima puteri asyima puteri dalam Cintaku Kandas Juga Ditengah Jalan
Del Prio Del Prio dalam Tips Optimasi dan Mengontrol MySQL
ligan ligan dalam Pilihan Hosting Control Panel Gratis dan Opensource
sri sri dalam Mengedit Film Menggunakan Movie Maker
zacky zacky dalam Orang Jawa Cenderung Lebih Pede Ketimbang Orang Sunda
Judul
Figur Aa Gym dan Kelangsungan Nasyid Bandung

Oleh : Adi Sumaryadi

Hari ini dapat informasi yang bagus sekali dari seorang tukang parkir di sebuah tempat parkir, kala itu ada sebuah infotaiment yang menampilkan beberapa band yang sedang merilis album ramadahan, mereka mampu eksist di tengah ruang dengar para pencinta musik dalam negeri, yang jadi pertanyaan apa kabar nasyid asal bandung ?

Diawal tahun 2002 saat Aa Gym berada hampir disemua media televisi dan disaat itu pula kehadiran nasyid menjadi menjadi sesuatu yang tak terpisahkan, dibangunnya MQFM seolah menjadi media untuk para nasyid asal bandung untuk menunjukan bakat dan kemampuan, sampai-sampai setiap minggu ada acara nasyid yang digelar oleh MQFM dengan mengusung semua nasyid asal Bandung.

Sosok Aa Gym seolah tidak bisa dipisahkan dari "keboomingan" nasyid di tanah air, hampir setiap nasyid yang mulai tumbuh besar selalu ada intro yang diisi dengan suara indah Aa Gym, bahkan Aa pun sempat membuat satu album Jagalah Hati, sebuah judul lagu yang sangat fenomenal hingga saat ini, bagaimana tidak, tidak hanya orang dewasa, anak-anakpun sampai hapal lagu karya Aa Gym ini. Kita ingat The Fikr kala itu diawali dengan suara Aa Gym, Sampai-sampai snada membeli hak reka ulang jagalah hati. Seolah menjadi kewajiban untuk sebuah grup nasyid yang ingin terkenal harus masuk MQFM dan manggung bersama Aa Gym.

Oh iya, ini bukan kata saya lho, tapi kata tukang parkir itu. Lanjut...

Ramadhan kini semuanya seperti dalam hutan, sepi dan mencekam, jarang ada nasyid yang muncul di televisi, semuanya didominasi oleh grup musik pop yang membuat album khusus ramadhan, bagus sih, Cuma ada beberapa hal yang sangat mengganjal rasanya, kaya tukang parkir tadi. Banyak pelantun album ramadhan yang tersabet gosip-gosip tidak mengenakan. Memang benar sih..pikir ku.

Kalau dihubung-hubungkan, katanya, lenyapnya Aa Gym dari media televisipun memicu tidak munculnya nasyid di televisi. Sekarang yang menjadi pertanyaan adalah, bagaimanakah kualitas nasyid di kita? Apakah memang masih butuh sosok yang bisa mengangkat nasyid? Atau memang kualitas nasyid dikita masih berat untuk menjadi pilihan musik di tanah air?

Semuanya kembali kepada kita, banyak orang yang bilang kalau nasyid dan pop seolah tidak ada bedanya, kalau yang ini saya gak tau deh yang pasti saat ini nasyid-nasyid asal bandung masih ada dan hanya bisa bernyanyi di event lokal bandung saja, Wallohualam bissowab.


Cetak Tulisan Kirim Keteman Arsip Share ke Facebook


Tulisan lainnya :
- Orang Jawa Cenderung Lebih Pede Ketimbang Orang Sunda
- Saatnya Marah dan Saatnya Bertengkar
- Mengadu Saja Sama Media Massa
- Kalau Mau Pelacur Ada Disana Mas
- Mencari Arti Feminim Yang Sesungguhnya
Komentar
bie 1 - Senin, 08 Oktober 2007 12:51 WIB
bie,mahasiswi di sihung
Kenapa di Indonesia ga berkembang nasyid2 kyk Raihan yg populer bgt di Malaysia (di indo Raihan jg populer)??
Kenapa Aa Gym bisa lenyap dr media televisi??
Kenapa nasyid ga bisa berdiri sendiri tanpa figur seperti Aa gym??
Ditanya kenapa??

Kok jd aku yg balik nanya ya.....
kima 2 - Jum'at, 06 Juni 2008 14:32 WIB
kima,karyawan di jakarta
di Indonesia penduduknya sebagian besar Islam, tetapi memiliki momok Islam itu sendiri. karena tidak belajar mencintai Islam secara utuh. kalo toh ada, itu hanya sebagian orang. sebagian besar lagi hanya mencibir. ada suatu ketakutan disebut fanatik Islam, sehingga itu berpengaruh pada selera musik yang berbau agama terutama Islam. Kalau toh nasyid masih ada, nada2 lagu yang dimiliki masih konvensional. padahal saat ini mereka harus bersaing dg penyanyi pop yang melantunkan lagu2 religi.
terus terang saya sendiri bingung, apakah patronnya dari nasyid selalu harus menyanyikan lagu religi dengan nada2 yang sama, bukan yang berusaha untuk menarik perhatian agar didengar dan diperhatikan orang. mungkin ini bisa menjadi koreksi. trims.
Untuk AA Gym, mungkin sebaiknya para nasyid lepas dari bayang2 beliau, agar bisa lebih mandiri. karena mungkin itu juga keinginan beliau. sudah saatnya.
lukman 3 - Jum'at, 25 Juli 2008 19:33 WIB
lukman,wiraswasta di singajaya
kalau menurut saya kita harus berangkat dari ihlas/niat sebab inihkan musik islami nah kita jngn sampai keluar dari koridor isllam sendiri sbb jngn kan orng non islam orang islam islam sendiripun akan benci bkn mendukung atau aku saranin kita itu harus punya niat (da wah)atau menyebarkan agama sebab kalau kita punya niat itu,kiat kalau ga sukses minimal kita punya ganjaran dari allah kerna kita niat ibadah,terima kasih atas perjuangannya semoga nasyidnya sukses dan isllamnya sempurna (inamal a malu biniat)asl kita di jalur bener(HAAK)
firdha 4 - Rabu, 27 Agustus 2008 13:33 WIB
firdha,guru di pamulang
Syarat para nasyid mau tetap eksis, selain tidak mengesankan nasyid dengan figur seseorang, para munsyid juga harus mampu tampil inklusif ditengah masyarakat, tidak alergi atau fanatik dengan jenis musik lain. Arti nasyid sendiri kan....lagu, cuma tampilan dan sya'ir saja yang berbeda. Jenis musiknya apa pun sah. Dangdut, pop, rok, atau daerah juga selama tidak keluar dari aturan Qur-an Sunnah. So...janganterlalu sempit memaknai nasyid. Perbanyak lagi baca buku-buku keislaman.
Adi Sumaryadi 5 - Kamis, 28 Agustus 2008 14:05 WIB
Adi Sumaryadi,NGoprek Komputer di Bandung pangandaran
sebenernya pengertian nasyid sendirikan dimasyarkaat masih semu dan belum jelas..:)
agus 6 - Sabtu, 30 Agustus 2008 05:18 WIB
agus,swasta di bandung
berkunjung
apri 7 - Selasa, 07 Oktober 2008 14:46 WIB
apri,PNS di surabaya
sebenarnya kekhasan nasyid itu ada pada musik utamanya dan isi syairnya. dinamakan nasyid itu adala seperti Grup Suara Persaudaraan, dll. yg hanya menggunakan suara mulutnya sebagai alat musiknya.

kalo seperti the fikr, raihan, dll lebih tepatnya sekedar Pop Ruhani saja, bukan nasyid.
Nia 8 - Sabtu, 21 Maret 2009 12:16 WIB
Nia,mahasiswa di Bogor
sebenernya perbedaan yang mendasar antara nasyid dengan musik-musik yang lainnya itu apa????

Oya trs antara nasyid dengan lagu rohani apa itu sama???
Adhi 9 - Selasa, 20 April 2010 00:22 WIB
Adhi,Mahasiswa di Bandung
Baru tau nih....
Setelah saya membaca tulisan akang ini, saya jadi merasa ada sahabat disini. :D
Saya juga tim Nasyid "Insight" dari Bandung, Namun kami masih mencoba untuk bangkit... memang benar butuh keikhlasan dan kerja keras yang luar biasa untuk mencapai tingkatan yang di dambakan.
semangat.

-Salam Nasyid-
Nama Email
Alamat Pekerjaan
Homepage / Blog Notifikasi
Komentar

Masukan kata yang ada dalam gambar diatas
Kunjungan 1.041.918 klik
Website ini dibuat dan dimaintenance oleh Adi Sumaryadi 2007