 |
| |
Ngobrol Bareng Adi Sumaryadi langsung aja klik salah satu Messanger kesukaan anda:
| Yahoo |
Facebook |
 |
|
|
|
 |
 |
asyima puteri dalam |
 |
Del Prio dalam |
 |
ligan dalam |
 |
sri dalam |
 |
zacky dalam |
|
|
|
 |
Figur Aa Gym dan Kelangsungan Nasyid Bandung
Oleh : Adi SumaryadiHari ini dapat informasi yang bagus sekali dari seorang tukang parkir di sebuah tempat parkir, kala itu ada sebuah infotaiment yang menampilkan beberapa band yang sedang merilis album ramadahan, mereka mampu eksist di tengah ruang dengar para pencinta musik dalam negeri, yang jadi pertanyaan apa kabar nasyid asal bandung ? Diawal tahun 2002 saat Aa Gym berada hampir disemua media televisi dan disaat itu pula kehadiran nasyid menjadi menjadi sesuatu yang tak terpisahkan, dibangunnya MQFM seolah menjadi media untuk para nasyid asal bandung untuk menunjukan bakat dan kemampuan, sampai-sampai setiap minggu ada acara nasyid yang digelar oleh MQFM dengan mengusung semua nasyid asal Bandung. Sosok Aa Gym seolah tidak bisa dipisahkan dari "keboomingan" nasyid di tanah air, hampir setiap nasyid yang mulai tumbuh besar selalu ada intro yang diisi dengan suara indah Aa Gym, bahkan Aa pun sempat membuat satu album Jagalah Hati, sebuah judul lagu yang sangat fenomenal hingga saat ini, bagaimana tidak, tidak hanya orang dewasa, anak-anakpun sampai hapal lagu karya Aa Gym ini. Kita ingat The Fikr kala itu diawali dengan suara Aa Gym, Sampai-sampai snada membeli hak reka ulang jagalah hati. Seolah menjadi kewajiban untuk sebuah grup nasyid yang ingin terkenal harus masuk MQFM dan manggung bersama Aa Gym. Oh iya, ini bukan kata saya lho, tapi kata tukang parkir itu. Lanjut... Ramadhan kini semuanya seperti dalam hutan, sepi dan mencekam, jarang ada nasyid yang muncul di televisi, semuanya didominasi oleh grup musik pop yang membuat album khusus ramadhan, bagus sih, Cuma ada beberapa hal yang sangat mengganjal rasanya, kaya tukang parkir tadi. Banyak pelantun album ramadhan yang tersabet gosip-gosip tidak mengenakan. Memang benar sih..pikir ku. Kalau dihubung-hubungkan, katanya, lenyapnya Aa Gym dari media televisipun memicu tidak munculnya nasyid di televisi. Sekarang yang menjadi pertanyaan adalah, bagaimanakah kualitas nasyid di kita? Apakah memang masih butuh sosok yang bisa mengangkat nasyid? Atau memang kualitas nasyid dikita masih berat untuk menjadi pilihan musik di tanah air? Semuanya kembali kepada kita, banyak orang yang bilang kalau nasyid dan pop seolah tidak ada bedanya, kalau yang ini saya gak tau deh yang pasti saat ini nasyid-nasyid asal bandung masih ada dan hanya bisa bernyanyi di event lokal bandung saja, Wallohualam bissowab.
|
| Komentar |
 |
1 - Senin, 08 Oktober 2007 12:51 WIB bie,mahasiswi di sihung |
Kenapa di Indonesia ga berkembang nasyid2 kyk Raihan yg populer bgt di Malaysia (di indo Raihan jg populer)??
Kenapa Aa Gym bisa lenyap dr media televisi??
Kenapa nasyid ga bisa berdiri sendiri tanpa figur seperti Aa gym??
Ditanya kenapa??
Kok jd aku yg balik nanya ya.....
|
 |
2 - Jum'at, 06 Juni 2008 14:32 WIB kima,karyawan di jakarta |
di Indonesia penduduknya sebagian besar Islam, tetapi memiliki momok Islam itu sendiri. karena tidak belajar mencintai Islam secara utuh. kalo toh ada, itu hanya sebagian orang. sebagian besar lagi hanya mencibir. ada suatu ketakutan disebut fanatik Islam, sehingga itu berpengaruh pada selera musik yang berbau agama terutama Islam. Kalau toh nasyid masih ada, nada2 lagu yang dimiliki masih konvensional. padahal saat ini mereka harus bersaing dg penyanyi pop yang melantunkan lagu2 religi.
terus terang saya sendiri bingung, apakah patronnya dari nasyid selalu harus menyanyikan lagu religi dengan nada2 yang sama, bukan yang berusaha untuk menarik perhatian agar didengar dan diperhatikan orang. mungkin ini bisa menjadi koreksi. trims.
Untuk AA Gym, mungkin sebaiknya para nasyid lepas dari bayang2 beliau, agar bisa lebih mandiri. karena mungkin itu juga keinginan beliau. sudah saatnya. |
 |
3 - Jum'at, 25 Juli 2008 19:33 WIB lukman,wiraswasta di singajaya |
| kalau menurut saya kita harus berangkat dari ihlas/niat sebab inihkan musik islami nah kita jngn sampai keluar dari koridor isllam sendiri sbb jngn kan orng non islam orang islam islam sendiripun akan benci bkn mendukung atau aku saranin kita itu harus punya niat (da wah)atau menyebarkan agama sebab kalau kita punya niat itu,kiat kalau ga sukses minimal kita punya ganjaran dari allah kerna kita niat ibadah,terima kasih atas perjuangannya semoga nasyidnya sukses dan isllamnya sempurna (inamal a malu biniat)asl kita di jalur bener(HAAK) |
 |
4 - Rabu, 27 Agustus 2008 13:33 WIB firdha,guru di pamulang |
| Syarat para nasyid mau tetap eksis, selain tidak mengesankan nasyid dengan figur seseorang, para munsyid juga harus mampu tampil inklusif ditengah masyarakat, tidak alergi atau fanatik dengan jenis musik lain. Arti nasyid sendiri kan....lagu, cuma tampilan dan sya'ir saja yang berbeda. Jenis musiknya apa pun sah. Dangdut, pop, rok, atau daerah juga selama tidak keluar dari aturan Qur-an Sunnah. So...janganterlalu sempit memaknai nasyid. Perbanyak lagi baca buku-buku keislaman. |
 |
5 - Kamis, 28 Agustus 2008 14:05 WIB Adi Sumaryadi,NGoprek Komputer di Bandung pangandaran |
| sebenernya pengertian nasyid sendirikan dimasyarkaat masih semu dan belum jelas..:) |
 |
6 - Sabtu, 30 Agustus 2008 05:18 WIB agus,swasta di bandung |
| berkunjung |
 |
7 - Selasa, 07 Oktober 2008 14:46 WIB apri,PNS di surabaya |
sebenarnya kekhasan nasyid itu ada pada musik utamanya dan isi syairnya. dinamakan nasyid itu adala seperti Grup Suara Persaudaraan, dll. yg hanya menggunakan suara mulutnya sebagai alat musiknya.
kalo seperti the fikr, raihan, dll lebih tepatnya sekedar Pop Ruhani saja, bukan nasyid. |
 |
8 - Sabtu, 21 Maret 2009 12:16 WIB Nia,mahasiswa di Bogor |
sebenernya perbedaan yang mendasar antara nasyid dengan musik-musik yang lainnya itu apa????
Oya trs antara nasyid dengan lagu rohani apa itu sama??? |
 |
9 - Selasa, 20 April 2010 00:22 WIB ,Mahasiswa di Bandung |
Baru tau nih....
Setelah saya membaca tulisan akang ini, saya jadi merasa ada sahabat disini. :D
Saya juga tim Nasyid "Insight" dari Bandung, Namun kami masih mencoba untuk bangkit... memang benar butuh keikhlasan dan kerja keras yang luar biasa untuk mencapai tingkatan yang di dambakan.
semangat.
-Salam Nasyid- |
|
|
|
|
|