Tulisan
 
  Aktual dan Umum (10)
  Animasi Flash (1)
  Artikel (19)
  Browsing (5)
  Cerita dan Kisah (5)
  Cerita Lucu (3)
  Curhat (9)
  Data dan Internet Tutorial (2)
  HTML Tutorial (3)
  Islam dan Seputarnya (8)
  Java Programming (1)
  Java Script dan CSS (1)
  Linux dan Seputarnya (5)
  Networking dan Hardware (6)
  PHP Programming (14)
  Sudut Pandang (20)
  Teknologi Informasi (23)
  Tentang Database (2)
  Web Desain and Development (5)
  Windows dan Seputarnya (6)
 
Ngobrol Bareng Adi Sumaryadi langsung aja klik salah satu Messanger kesukaan anda:
Yahoo Facebook
Facebook Adi Sumaryadi

depanlastcomment
asyima puteri asyima puteri dalam Cintaku Kandas Juga Ditengah Jalan
Del Prio Del Prio dalam Tips Optimasi dan Mengontrol MySQL
ligan ligan dalam Pilihan Hosting Control Panel Gratis dan Opensource
sri sri dalam Mengedit Film Menggunakan Movie Maker
zacky zacky dalam Orang Jawa Cenderung Lebih Pede Ketimbang Orang Sunda
Judul
zacky
Kiat Mendapatkan Sebuah Esensi

Oleh : Adi Sumaryadi

Saya Mendapat pengalaman berharga hari ini, sebuah jawaban istimewa dari Dosen Saya, Pak Witarto. Esensi, begitulah sebuah kata yang terucap berulang-ulang dilontarkan orang-orang berilmu, setiap aktifitas dan kegiataan yang kita temui dan lakukan tentu diharapkan ada sebuah esensinya, dengan kata lain ada makna yang harus didapat untuk diimplementasikan dalam kehidupan kita, tidak terkecuali bagi kita yang masih berusaha mencari sebuah esensi dari Matakuliah yang sedang dipelajari dikampus.

Saya bertanya ke Pak Wit dengan pertanyaan bersamaan dengan komentar yang diminta beliau tentang tulisan yang dibuatnya di http://bhnkuliah.wordpress.com/rploot dan berikut pertanyaan :

 

Sangat menarik sekali bahasannya pa..menggabungkan dua matakuliah yang berbeda sehingga menarik dibaca. :) sekarang mumpung waktunya komentar..saya akan komentar beberapa pa sekaligus bertanya pada suhunya.

Pertanyaan :
Saya saat ini alhamdulillah cukup familiar dengan pemograman PHP, sebesar apapun aplikasi yang pernah saya buat masih menggunakan pemograman Biasa. dan memang sedikit2 saya coba pelajari OOP, namun yang jadi kendala, saya masih terus merasa nyaman dengan apa yang sudah saya lakukan saat ini. Adakah sebuah nasihat untukku?

Komentar:

- Komentar2 yang temen-teman sampaikan sepertinya sudah cukup sebagai testcase “pasar”, kenapa tidak dibukukan saja pak? kan bisa bermanfaat lebih luas lagi tidak terkecuali isi saku sang penulis..hehe

- Ada yang tidak saya temukan disini adalah esensi (kata pa toto) dari apa yang bapak sampai dari pendekatan industri. Semuanya hampir mengunggulkan kehebatan OOP dan interaksi didalamnya dari pendekatan teknis. Saya pernah mendengar bahwa model pengerjaan suatu aplikasi atau project kedepan bisa lebih mudah dengan pendelegasian setiap object kepada setiap personil yang ada. Orang sekarang bilangnya sangat cocok dengan FrameWork masa kini. mungkin nanti bapak bisa melengkapi kelebihan serta kekurangnya dari sudut pandang yang berbeda. di AMIK saya sangat sering mendapat dosen (punteun) yang tidak menyebutkan esensi diawal tentang apa yang kita pelajari..jadinya mahasiswa kecil motivasi untuk mempelajarinya.

dan berikut Adalah jawaban beliau:

Utk Adi, sebaiknya nikmati saja program PHPnya. Kalau nanti pengin meningkatkan jualannya agar juga bisa bahasa pemrograman lain, sebaiknya konsep pemrograman Anda juga perlu ditingkatkan.

Caranya, ya di antaranya belajar Design Pattern, UML, Refactoring juga Framework.

Untuk Framework, saya tidak bisa mencontohkan, karena komputer saya masih komputer lama, jadi kurang bagus untuk mencoba semua frame-work. Paling frame-work yang akan saya bahas dalam blog ini, ya cuman MVC dan User driven method, yang bisa diterapkan di java, atau sedikit kompleks dengan JSP + Taglib + XML-nya.

Design Pattern Anda bisa mengakses ke

http://www.java2s.com/Code/Java/Design-Pattern/CatalogDesign-Pattern.htm

Konsep DP ini sebenarnya merupakan contoh-contoh pola orang-orang pinter dalam menyusun program berdasarkan pengalaman mereka. Karena OOP mendukung konsep Guna Ulang. Ini salah satu kelebihan OOP yang lain, bukan promosi, tapi nyata, loh… :-)

Sementara Refactoring, esensinya (he.. he.. ), ya permorgraman terstruktur yang sudah Anda terima selama ini, hanya diterapkan di OOP. Itu, loh, bagaimana kita menyusun Sequen, Decision, dan Loop yang baik, yang bisa dipasang untuk mengisi method dari kelas.

Esensi, tidak semua saya berikan. Karena nyari esensi itu tidak mudah. Itu harus melalui proses iteratif, dan Anda tidak berhak menuntut saya meminta secara instant koleksi esensi yang sudah dengan susah payah saya kumpulkan. Kadang ada yang saya beri, kadang ya tugas mahasiswa yang harus mencarinya sendiri. Karena esensi adalah pemahaman. Kalau saya beri dimuka, maka Anda akan malas melakukan iterasi pemahaman knowledge Anda.

Kemampuan mencari esensi itu bertingkat, sangat tergantung jam terbang Anda. Boleh dikatakan sebagai subyektif. Ada yang dangkal, karena iterasinya dalam konteks terbatas. Ini bisa diperoleh secara instant. Namun ada yang dalam dan kompleks, karena seperti kata Anda, menggabung beberapa matakuliah menjadi kesatuan pemahaman itu tidak mudah. Harus diuji dan dibuktikan dengan implementasi, dilihat penyimpangannya (termasuk invariant nilai data yang bisa dimasukkan). Nah, itu semua memerlukan waktu dan energi tidak sedikit. Karena itu, silahkan belajar memahami apa yang Anda ketahui, dengan cara meng-kaji, dan meng-kaji, dan terus meng-kaji…. unlimited.

Jika Anda meminta secara instant, maka yang Anda lakukan tinggal membandingkan tingkat pencapaian pemahaman orang yang satu dan yang lainnya. Lalu dengan entengnya Anda akan berkomentar tanpa rasa tanggungjawab, ah, yang ini lebih mudah, yang itu rumit, yang itu membingungkan, yang ini dimengerti. Aku suka yang ini, dan ndhak mau yang itu… Enak amat ?

Padahal untuk mencapai esensi melalui pemahaman, seseorang itu seringkali harus ketabrak-tabrak, bahkan seringkali harus menghadapi suatu resiko.

Belajarlah untuk juga menjadi lebih bijak. Dan hormati pencapaian setiap orang, yang mungkin berbeda-beda…. Terutama jika Anda belum pernah melakukan pencarian esensi sendiri, terhadap suatu knowledge…. :-)

 

Bagaimana menurut temen2? luar biasa bukan?


Cetak Tulisan Kirim Keteman Arsip Share ke Facebook


Tulisan lainnya :
- Kisahku Di Pagi Hari Valentine
- Cerita Sore Saat Jual Mie Ayam
- Perbincangan Guru dan Murid
- Cita-Cita Pak Murbi
Komentar
Hamdar Damang 1 - Sabtu, 26 September 2009 19:56 WIB
Hamdar Damang,Freelance marketing di Jl. Lasuloro dlm VI no 36, Bumi Antang Permai. Makassar
Assalaamu alaikum WR.WB.
Salam kenal dari saya, Pak Adi.
Saya sangat menyukai tulisan anda yang satu ini. Tamparan yang telak... dan saya sempat merasa tertampar. Tulisan ini lebih dari sekedar pembelajaran "empati" yang luar biasa bagi saya.
Wassalam....
Adi Sumaryadi 2 - Sabtu, 26 September 2009 20:22 WIB
Adi Sumaryadi,Wiraswasta di Pangandaran
wa'alaikumussalam..pa...sama saya juga telak banget waktu itu... masih terngiang2...salam buat makassar
Nama Email
Alamat Pekerjaan
Homepage / Blog Notifikasi
Komentar

Masukan kata yang ada dalam gambar diatas
Kunjungan 1.042.001 klik
Website ini dibuat dan dimaintenance oleh Adi Sumaryadi 2007