Tips Mengenal Tipuan Email Phising
Oleh : Adi Sumaryadi
Di zaman sekarang
orang sudah familiar dengan yang namanya e-mail, dari anak-anak sampai orang
dewasa pun sudah tahu apa itu namanya e-mail. Karena fasilitas yang satu ini
banyak sekali kegunaanya, kita bisa kirim data, kirim foto, ataupun kirim
aplikasi dengan hanya hitungan detik, menit ato jam. Dan ini lebih cepat dari
pada kita memakai jasa travel.
Tapi di sisi lain
e-mail juga bisa membuat kita kehilangan apa yang kita punya, dalam hal ini
biasanya adalah uang. Dalam kesempatan ini kita akan membicarakan masalah yang
kaitannya dengan e-mail. Masalah yang akan kita bahas adalah tentang E-mail
Phising.
Sebelumnya kita
harus mengerti apakah itu yang namanya e-mail phising itu?
“Phising merupakan teknik licik yang digunakan oleh pencuri dan hacker untuk
menipu pengguna internet dengan cara mencuri informasi penting, biasanya hal
ini berkenaan dengan informasi keuangan (nomor rekening dan kartu kredit) dan
informasi login (ID dan password).
Biasanya sasaran
para penjahat ini adalah, orang yang bertransaksi secara online melalui website
perbankan. Dengan cara mereka membuat e-mail palsu yang sangat mirip sekali
dengan e-mail resmi dari institusi keuangan. Biasanya isi pesan dari e-mail
palsu ini sangat meyakinkan sekali, karena sangat mirip sekali dengan e-mail
yang resmi. Sehingga orang yang tidak tahu pasti akan mengunjungi website
tersebut.
Dan user yang
sudah login ke website tersebut, pastinya akan mulai mengisikan formulir
informasi tentang data pribadinya dan keuangannya. Maka informasi yang sudah
tertulis tersebut sudah mulai masuk ke database penjahat atau hacker tersebut,
dengan demikian para penjahat tersebut dengan sangat leluasa memindahkan
data-data atau isi rekening tersebut ke rekening si penjahat tersebut. Biasanya
orang yang sudah tertipu tersebut baru menyadarinya saat dirinya mendapatkan
atau menerima surat pernyataan dari bank atau penerbit kartu kreditnya
tersebut.
Sebaiknya untuk
menghindari penipuan terhadap e-mail phising ini, kita harus mengerti beberapa
tips agar kita tidak tertipu. Berikut ada beberapa tips dari kami, semoga tips
tersebut dapat membantu anda.
- Jangan langsung membalas e-mail
yang berasal dari insitusi keuangan, sebelum itu coba hubungi dulu pihak
bank anda untuk memastikan kebenaran e-mail tersebut.
- Perhatikan kesalahan ketik atau
tata bahasa yang kurang tepat pada pesan e-mail yang telah dikirimkan.
- Cermati simbol @ pada alamat
website yang tertera pada pesan e-mail. Bisa jadi alamat website tersebut
bertuliskan: www.namabank.com@www.hackersite.com. Browser tidak akan
memproses semua tulisan sebelum simbol “@”. Jadi, pencuri bisa saja meletakkan
alamat website pribadinya setelah simbol “@”. Website tersebutlah yang
akan anda kunjungi, untuk itu sebaiknya selalu perhatikan alamat website
yang tertera pada link.
- Biasanya beberapa karakter dalam
alamat website bank bisa diganti dengan karakter yang hampir sama. Sebagai
contoh, huruf L diganti dengan angka “1″. Kedua karakter ini sekilas
terlihat sama. Website www.paypal.com mungkin bisa diubah menjadi
paypa1.com dan anda mungkin tidak menyadari perbedaan ini.
- Saat website bank ditampilkan, perhatikan
icon gembok yang berda di bagian bawah browser Website. Jika ada, berarti
website tersebut aman. Jika icon gembok tidak ada, segera tutup browser
tersebut.
|